Tampilkan postingan dengan label grammar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label grammar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2016

Past Continuous Tense disebut juga Past Progressive Tense - digunakan pada saat kita ingin mengungkapkan suatu kejadian yang sedang dilakukan dimasa yang lampau.

Contoh:
Saya sedang membaca sebuah buku saat itu.
(I was reading a book at that time).

Menyimak kalimat yang mengandung Past Continuous Tense diatas, kalimat [I was reading a book at that time] memberi kesan pada kita bahwa kejadian itu belum selesai (unfinished action atau incomplete action) yang terjadi dimasa lampau oleh karena tidak diketahui apa yang terjadi setelah membaca buku itu.

Past continuous tense sering dikaitkan dengan kejadian lain yang terjadi hampir bersamaan.

Contoh:
Saya sedang membaca sebuah buku ketika Andi mengetuk pintu.
(I was reading a book when Andi knocked the front door.)

Dari contoh diatas kita menemukan 2 kalimat:
1. Saya sedang membaca sebuah buku (Past Continuous Tense).
2. Andi mengetuk pintu. (Simple Past Tense)

Kedua kalimat itu terjadi secara hampir bersamaan. kejadian [sedang membaca] telah terjadi sebelum pintu diketuk dan masih terjadi pada saat pintu diketuk - yang keduanya terjadi dimasa lampau.

Contoh lainnya:
'... pada saat saya ngobrol dengan teman saya, sejenak saya teringat kejadian dimasa lalu pada jam sekarang, tanggal sekarang, hari sekarang, saya pernah berbaring dipantai kuta bali dimasa lampau.'

Kemudian, dari cerita tersebut saya berkata:
'Hari ini hari minggu. Saya jadi teringat kejadian tahun lalu. Waktu itu, saya tengah berbaring di pantai Kuta di Bali. Lalu, seseorang menghampiri saya.

Sesuai konteks kejadian diatas, maka kita gunakan kalimat Past continuous tense:

Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali.

Kemudian kejadian lain yang terjadi secara hampir bersamaan pada saat kejadian [sedang berbaring] terjadi:

Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali when someone came to me.

Dari kalimat terakhir kita menemukan 2 kalimat berbeda:
1. Past continuous tense (I was lying on Kuta beach ...)
2. Past Simple atau Simple Past Tense (Someone came to me)

Pola Kalimat Past Continuous Tense

Subject + Was/Were + Past Participle

Kalimat Past Continuous Tense membutuhkan Kata Bantu BE (Auxiliary) dalam bentuk Past atau Be-Past berupa: [Was] dan [Were], dimana Kata Bantu:

was => untuk subject I, She, He dan It (atau padanannya)
were => untuk subject You, we dan they (atau padanannya).

Pola Kalimat Negative & Interrogative Past Continuous Tense

Dalam pembentukkan pola kalimat negative past continuous, hanya letakkan NOT dibelakang kata bantu (auxiliary) BE-PAST sehingga menjadi:

was not
were not

atau disingkat menjadi:

wasn't
weren't

Sama halnya dalam pola kalimat Nominal Simple Past Tense dibahasan yang lalu.

Subject + Was/Were + NOT + Past Participle 

Contoh:
I wasn't cooking at the time he called me last night.  I was watching TV program.
(Saya tidak sedang memasak saat dia menelponku kemarin malam. Saya justru sedang menonton program TV).

Dalam pembentukkan kalimat interrogative past continuous, letakkan BE-Past diawal kalimat atau didepan subject-nya.
Contoh:

Was/Were + Subject + Past Participle? 

Were you staying in and watching TV program when the man broke the window?
(Apakah kamu lagi dirumah dan nonton program TV waktu pria itu memecahkan jendela rumahmu?)

Kalimat Past Continuous tense sering sekali diikuti atau didahului oleh kalimat Simple Past. Ini bertujuan untuk memberikan informasi lengkap saat-saat sesuatu itu sedang terjadi dimasa lampau. Sehingga, kedudukan simple past dalam pola kalimat past continuous menjadi "suatu hal yang berfungsi untuk menekankan hal lain, indicator, determiner atau modifier" atau, kami sebut dengan "Determiner of Past Continous Tense".

Bergabungnya Past continuous dan Simple past sering dipisahkan atau didahului oleh kata penghubung (Conjunction) berupa:

when, while, at the time, dsb...
(bila diterjemahkan menjadi: ketika, pada saat, waktu, pada waktu, saat ...)

Contoh:
I was sitting under the tree when an apple fell on the table.
I closed the door while she was sleeping.



Past Perfect Tense dan Simple Past Tense memiliki Inti Kejadian yang sama yaitu sama-sama terjadi di masa lampau - Past Time. Akan tetapi, Past Perfect Tense memiliki 2 kejadian yang sama-sama terjadi dimasa lampau. Dua kejadian tersebut terjadi secara beriringan atau hampir bersamaan. Salah satu dari dua kejadian itu dapat terjadi lebih dulu dari yang lainnya.

Perhatikan Contoh Kalimat yang mengandung Past Perfect Tense dibawah ini:

Rino telah menutup tokonya ketika Andi datang.

Bila ditanyakan, kapan Rino menutup tokonya? dan kapan Andi datang? Jawabnya: kedua kejadian itu sama-sama terjadi dimasa lampau. Dalam hal ini, kejadian yang pertama kali terjadi adalah Rino telah menutup tokonya yang diikuti dengan kejadian Andi datang. Sekali lagi, kedua kejadian itu sama-sama terjadi dimasa lampau, hanya saja ada yang lebih dulu terjadi baru kejadian lain terjadi pula.

Seperti halnya present perfect tense, past perfect tense juga berbicara mengenai kejadian yang terjadi secara berulang-ulang. Hanya saja, kejadian berulang-ulang ini hanya terjadi dimasa lampau.
Misalnya:

Shinta telah mengikuti kursus tari setiap 1 bulan sekali.
(Shinta had taken a dance course every months).

Dalam hal ini, kejadian (mengikuti kursus tari) terjadi dimasa lampau dan diikuti kejadian yang sama tiap-tiap bulan secara berulang-ulang.

Kejadian berulang-ulang tersebut dapat diberi "akhir kejadian" yang juga terjadi dimasa lampau.
Misalnya - saat ini tahun 2016, kejadian berulang-ulang itu terjadi di tahun 2001, sehingga menjadi: -

Shinta telah mengikuti kursus tari setiap 1 bulan sekali hingga tahun 2001
(Shinta had taken a dance course every months until 2001).

Pola Kalimat Past Perfect Tense

Past perfect tense menggunakan kata bantu berbentuk HAD dalam pembentukkan kalimatnya. Had adalah kata lain Have/Has. Had dalam past perfect tense adalah bentuk Past-nya dari Have/Has. Bila kata bantu Have digunakan untuk subject [I], [You], [We] dan [They] dan kata bantu Has digunakan untuk subject [He], [She] dan [It], maka kata bantu Had digunakan untuk semua subject.

I had
You had
We had
They had
She had
He had
It had

Past Perfect Tense terdiri atas 2 bentuk pola kalimat, yakni:
Past Perfect bentuk Nominal
Past Perfect bentuk Verbal

Past Perfect dalam bentuk Nominal Sentence


Kalimat nominal adalah kalimat yang kata kerjanya berupa BE. Be dalam bentuk perfect tense - seperti yang telah kita ketahui pada bahasan present perfect tense - yakni: BEEN. Jadi, Been digunakan dalam kalimat nominal past perfect tense sebagai kata kerja structural (structural verb).

Subject + Had + Been + Complement

Contoh:
She had been in Bali.
I had been an artist.


Past Perfect dalam bentuk Verbal Sentence


Pada kalimat verbal past perfect tense, letakkan kata kerja bentuk ketiga atau kata kerja Past Participle setelah kata bantu HAD.

Subject + Had + Past Participle

Contoh:
We had gone to Singapore.
You had worked every saturday.

 Pembentukkan Kalimat Positive, Negative & Interrogative pada Past Perfect Tense
Seperti halnya kalimat yang mengandung tenses lainnya, Kata bantu memegang peranan penting dalam pembentukkan kalimat positive, negative dan interrogative dalam Bahasa Inggris.

Baik pada pola Nominal Past Perfect maupun Verbal Past Perfect, kata bantu HAD menjadi inti pembentukkannya dan selain dari hal ini, tidak ada perubahan atas kata kerja BE atau Past Participle yang mengikutinya.


Pola Kalimat Positive Past Perfect Tense

Nominal : Subject + Had + Been + Complement
Verbal: Subject + Had + Past Participle

Pola Kalimat Negative Past Perfect Tense

Nominal : Subject + Had + NOT + Been + Complement
Verbal: Subject + Had + NOT + Past Participle


Pola Kalimat Interrogative Past Perfect Tense

Nominal : Had  + Subject + Been + Complement (?)
Verbal: Had  + Subject + Past Participle (?)

Tambahan:
Sebagai pemisah antara satu kejadian dengan kejadian lainnya pada Past Perfect Tense ini, anda dapat menggunakan kata penghubung sebagai berikut:

When, Before, After, Since, Until, As soon as, dsb.

Contoh:
I had told him before he asked me.
Before I sold the picture to the strange man, I had offered it to my friends.
They came as soon as I had boiled the eggs.
We posted the letter after she had rejected us.
Linda had swum in the river since 1996.
When you came here, Tina had gone to Bandung.
She had been sick before you said you loved her.
Dilihat dari struktur kalimatnya, Past Future Tense tidak jauh berbeda dengan Simple Future atau Present Future Tense. Perbedaannya hanya terletak pada berubahnya kata bantu (present future auxiliary) [will] dan [shall] menjadi [would] dan [should]. Berikut ini adalah rincian pembahasan mengenai Past Future Tense beserta Contoh Kalimat, Rumus-rumusnya.

Definisi dan Kapan Menggunakan Kalimat Past Future Tense

Seperti bahasan pembuka diatas, past future tense dan simple future/present future tense - secara struktural - hanya berbeda dalam hal kata bantu (auxiliary). Dengan kata lain, [would] dan [should] adalah bentuk past atau bentuk lampaunya [will] dan [shall] :-

Simple Future/ Present Future Tense
Kata bantunya: WILL dan SHALL

Past Future Tense
Kata bantunya: Would dan Should.

1. Nominal Past Future Tense
Dalam bentuk/pola kalimat nominal, past future tetap menggunakan BE sebagai kata kerjanya.


(+) Subject + Would/Should + BE + Complement
Contoh:
I would be late.

(-) Subject + would not + should not + BE + Complement
Contoh:
I would not be late.

(?) Would/should + Subject + BE + Complement ?
Contoh:
Would you be late?

Catatan: [would not] dapat disingkat menjadi: [wouldn't] dan [should not] dapat disingkat menjadi: [shouldn't].


2. Verbal Past Future Tense
Dalam bentuk/pola kalimat verbal, past future tetap menggunakan Kata Kerja Bare-Infinitive sebagai kata kerjanya.

(+) Subject + Would/Should + Bare-Infinitive + Complement
Contoh:
I would come late.

(-) Subject + would not + should not + Bare-Infinitive + Complement
Contoh:
I would not come late.

(?) Would/should + Subject + Bare-Infinitive + Complement ?
Contoh:
Would you come late?

Tambahan:
Be going to adalah bentuk lain dari kata bantu future. Seperti halnya pada present future tense, past future tense juga menggunakan Be going to sebagai bentuk lain dari kata bantu future, hanya saja, [be] harus berbentuk past juga.

Pada Simple Future/Present Future Tense
is + going to
am + going to
are + going to

Pada Past Future:
was + going to
were + going to

Penggunaan [was] atau [were] bergantung pada subject.
Contoh:
I was going to come late.  (Verbal Past Future Tense)
I was going to be late. (Nominal Past Future Tense).

Kapan Past Future Tense Digunakan Dalam Suatu Kalimat Bahasa Inggris?
Past Future Tense mengandung suatu pernyataan atau rencana yang pernah diucapkan atau terjadi dimasa lampau (past time event). Akan tetapi tidaklah menjadi nyata diwaktu sekarang (present time). Jadi, bila kita ingin menyatakan suatu rencana kita yang pernah ada/terucap/dinyatakan/direncanakan dimasa lampau tapi tidak terjadi dimasa sekarang, maka kita menggunakan pola kalimat past future tense seperti diatas.

Bila present future tense ada kemungkinan akan berlanjut dimasa sekarang, maka past future tense tidak sama sekali.

Selain itu, past future tense seringkali dihubungkan dengan pola kalimat simple past tense seperti contoh berikut ini:

I would help you if you called me immediately.
dimana: -
I would help you immediately (past future tense) dan,
you called me (simple past tense).
Sehingga bila diterjemahkan menjadi:
(Saya akan membantumu jika kamu menelpon saya segera).

Lalu, apakah kejadian/rencana [saya akan membantumu] dan [kamu menelpon saya segera] pernah terjadi dimasa sekarang? Jawabannya. Tidak Samasekali, dan Bahkan, tidak pula pernah terjadi dimasa yang lampau.
Dengan demikian, secara singkat, Past future tense adalah salah satu bentuk kalimat yang mengandung pengandaian (berandai-andai) atau harapan/rencana yang tidak pernah terjadi/menjadi nyata.

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts